Pegertian Hisprung atau Megakolon [lengkap]

7:29 PM Unknown 0 Comments


  • Pengertian 
Penyakit hisphrung atau mega kolon adalah kelainan bawakan penyeb gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi dengan berat lahir 3 Kg, lebih banyak lai - laki dari pada perempuan (Arief Manjsjoeer 2000). Hirchsprung terjadi karena adanya permasalah pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus  di atasnya. Syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar menyempit biasanya tidak ada sama sekali. Namun yang jelas kelainan ini akan membuat BAB bayi tidak normal, bahkan cenderung sembelit terus menerus. Hal ini dikarenakan tidak adanya syraf yang dapt mendorong kotoran keluar dari anus dalam keadaan normal, bahan makanan yang dicerna bisa berjalan di sepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot - otot yang melapisi usus (kontraksi ritmis ini disebut gerakan peristaltik). Kontaraksi otot-otot tersebut dirangsang oleh sekumpulan saraf yang disebut ganglion, yang terletak dibawah lapisan otot. Pada penyakit Hirschsprung, ganglion ini tidak ada, biasanya hanya sepanjang beberapa sentimeter. Segmen usus yang tidak memiliki gerakan peristaltik tidak dapat mendorong bahan - bahan yang dicerna dan terjadi penyumbatan penyakit Hirschsprung 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki.
  • Etiologi 
Adapun yang menjadi penyebab Hirschprung atau Mega Colon itu sendiri adalah diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down Syndrom, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentri dan sub mukosa dinding plexus.
  • Segera setelah bayi lahir tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir)
  • Tidak dapat buang air besar dalam waktu 24 - 48 jam setelah lahir, perut menggembung muntah
  • Diare encer (pada bayi baru lahir)
  • Berat badan tidak bertambah 
  • Malabsorbsi 
  • Keturunan, karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir 
  • Faktor lingkungan 
  • Tidak adanya sel-sel ganglion dalam rektum atau bagian rectosigmoid kolon 
  • Ketidak mampuan spinkter rektum berelaksasi
  • Manifestasi Klinis
MAniufestasi klinis penyakit ini adalah gangguan pasage usus fungsional, dalam kepustakaan disebutkan bahwa insiden tersering 1 diantara 5000 kelahiran. Data tentang penyakit Hirchsprung di Indnesia belum ada. Angka insidensi 1 diantara 5000 kelahiran maka dengan penduduk 220 juta dan tingkat kelahiran 35 per mil, diperkirakan akan lahir 1400 bayi setiap tahun dengan penyakit Hirchsprung di Indonesia. Di Amerika frekuensi 1 dari 5000 kelahiran (Kartono, 1993 : Yoshida 2004). Insiden penyakit ini adalah 1:5000 kelahiran hidup frekuensi pada anak laki-laki dengan perempuan 4:1.
Bayi baru lahir tidak bisa mengeluarkan meconium dalam 24 - 48 jam pertama setelah lahir. Tampak malas mengkonsumsi cairan, muntah bercampur dengan cairan empedu dan distensi abdomen (Nelson, 2000 : 317).
Gejala penyakit Hirchsprung  atau Mega Colon adalah obstruksi usus letak rendah, bayi dengan penyakit ini menunjukkan gejala klinis sebgai berikut :
  • Obstruksi total saat lahir dengan muntah, disertai abdomen dan ketidakadaaan evakuasi mekonium.
  • Keterlambatan obstruksi mekonium diikuti obstruksi konstipasi, muntah, dehidrasi
  • Gejala ringan berupa konstipasi selama beberapa minggu atau bulan yang diikuti dengan obstruksi usus yang akut.
  • Konstipasi ringan enkrolitis dengan diare, distensi abdomen dan demam.
  • Adanya fases yang menyemprot pas pada colok dubur dengan merupakan tanda yang khas.
  • Bila telah timbul enterokolitis terjadi distensi abdomen hebat dan diare berbau busuk yang berdarah (Nelson, 2000)
Gejala yang lain adalah :
pada anak - anak 
  1. Konstipasi 
  2. Tinja seperti pita dan berbau busuk
  3. Distensi abdomen
  4. Adanya masa difekal dapat dipalpasi
  5. Biasanya tampak kurang nutri dan anemia.
(Bezt Cecily & Sowden 2002:197)
  • Komplikasi 
  1. Obstruksi usus
  2. Konstipasi
  3. Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
  4. Enterokolitis
  5. Striktur anal dan inkontinensial (pos operasi)
(Bezt cecily & Sowden 2002:197)
  • Patofisiologi
istilah congenital agangliconic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding submukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rektum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidak adaan ini menimbulkan keabnormalan tidak adanya gerakan tenaga pendorong (peristaltik) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rektum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya fases secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon (Bezt cecily & Sowden 2002:197).
Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal. Isi usus mendorong ke segmen aganglionik dan fases terkumpul di daerah tersebu, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yang paroksimal terhadap daerah itu karena terjadi obstruksi dan menyebabkan di bagian Colon tersebut melebar (Price, S & Wilson , 1995:141).
Penyakit hirchsprung atau Mega Colon kongenital adalah tidak adanya sel - sel ganglion dalam rektum atau bagian rektosigmoid kolon. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta adanya evakuasi usus spontan. Selain itu, spinkter rektum tidak dapat berelaksasi, mencegah keluarnya fases terkumpul di daerah tersebut, menyebabkan dilatasinya bagian usus yang proksimal terhadap daerah itu. Penyakit Hirchsprung atau Mega Colon diduga terjadi karena faktor - faktor genetik dan faktor lingkungan, namun etiologi sebenarnya tidak diketahui. Penyakit ini dapat muncul pada sembarang usia, walaupun sering terjadi pada neonatus.

0 comments: