Pengertian puisi dan penjelasannya [LENGKAP]

8:13 PM Unknown 0 Comments


Jenis karya sastra yang memiliki unsur sajak, bait, baris, dan tipografi disebut puisi. Puisi juga diartikan sebagai ragam sastra yang mengejewantahkan lupaan perasaan yang berbalut pemikiran, wawasan, dan sentuhan hati.
·         Ciri – ciri Puisi
1.      Puisi terdiri atas beberapa bait.
2.      Puisi memiliki pencitraan.
3.      Puisi memiliki rima.
4.      Puisi memiliki tipografi.
5.      Puisi bermakna konotatif.
6.      Puisi menggunakan bahasa yang lebih padat daripada proda dan drama.
·         Unsur – unsur Puisi
Ada unsur pokok yang membangun puisi sebagai suatu karya sastra yaitu struktur fisik dan struktur batin.
1.      Struktuk fisik puisi
Unsur membangun puisi yang dapat diamati atau dilihat langsung dengan dengan penglihatan (mata). Strktur fisik puisi meliputi diksi, citraan/imajinasi, kata konkret, majas rima, dan tipografi.
a.      Diksi
Pilihan kata yang berkaitan erat dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata disebut diksi.
b.      Citraan
Kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indriawi, seperti oenglihatan (visual), pendengaran (audio), dan perasaan (taktil) disebut citraan atau imaji. Penggambaran melalui citraan biasanya dilakukan lewat kata – kata khas yang yang berkenaan dengan sifat kebendaan , motoforik, ataupun kejiwaan.
Funsi citraan ialah untuk memberikan gambaran kepada pembaca agar seolah – olah dapat mendengar, melihat, merasakan, mencium, meraba, memikirkan, ataupun mengalami, hal seperti yang dialami oleh penyair.
Ada 6 macam citraan, yaitu sebagai berikut :
1.      Citraan Penglihatan
Citraan yang dihasilkan dengan memberi rangsangan indra penglihatan sehingga hal – hal yang tidak terlihat menjadi seolah – olah kelihatan oleh pembaca disebut citraan penglihatan. Contoh : bola mata sejernih embun
2.      Citraan Pendengaran
Citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara atau onomatope dan persajakan yang berturut – turut sehingga hal – hal yang tidak terdengar menjadi seolah – olah terdengar oleh pembaca disebut citraan pendengaran. Contoh tik – tak – tik – tak detak jantungku
3.      Citraan Penciuman
Citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bau atau aroma sehingga hal – hal yang tidak tercium baunya menjadi seolah – olah tercium oleh pembaca disebut citraan penciuman. Contohnya : wangi rekahan mawar
4.      Citaan Perasaan
Citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan isi atau suasana hati sehingga pembaca seolah – olah ikut merasakan disebut citraan perasaan. Contohnya : pilu di dada karena lama tak bersua
5.      Citraan Perabaan
Citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan rangsangan atau sentuhan terhadap sesuatu sehingga seolah – olah dapat teraba oleh pembaca disebut citraan perabaan. Contohnya : kayu yang mulai melembut dan tak lagi kasar
6.      Citraan Pergerakan
Citraan yang dihasilkan dengancara menghidupkan dan memvisualisasikan suatu hal yang tidak bergerak menjadi bergerak disebut citraan pergerakan. Contohnya : berjalanlah bebatuan dan pasir ke tepian danau
c.       Kata Konkret
Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap dengan indra yang memungkinkan memunculkan imaji.
Contoh : kata salju melambangkan kebekuan atau kehampaan
d.      Majas
Cara melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan atau membandingkan sesuatu dengan yang lain disebut majas.
e.       Rima
Persamaan bunyi yang mencakup onomatope (tiruan bunyi), bentuk intern pola bunyi, dan pengulangan kata disebut rima. Rima biasanya dijumpai dalam larik sajak ataupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.
f.       Tipografi
Bentuk puisi yang disusun dalam bentuk larik – larik, sekaligus merupakan pembeda yang paling penting antara puisi dengan prosa dan drama disebut tipografi.

2.      Struktur Batin Puisi
Struktur batin puisi merupakan unsur pembangun puisi yang berupa makna sehingga tidak tampak oleh indra penglihatan (mata). Struktur batin puisi meliputi  tema, perasaan, nada, suasana, dan amanat.
·         Jenis Puisi
Secara umum puisi dibagi atas tiga jenis yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.
1.      Puisi Lama
Merupakan puisi – puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20 dikategorikan sebagai puisi lama. Pada umumnya, puisi sebagai karya sastra lama menggunakan bahsa Melayu Lama. Ada beberapa jenis puisi lama yaitu antara lain sebagai berikut :
a.       Pantun
b.      Talibun
c.       Seloka (pantun berkait)
d.      karmina (pantun kilat)
e.       Gurindam  
f.        Syair
g.      Mantra
2.      Puisi Baru
Puisi yang memiliki bentuk lebih bebas daripada puisi lama, baik dari segi jumlah baris, suku kata, maupun rima dikategorikan sebagai puisi baru. Ditinjau dari bentuk dan isinya, puisi barudapat dibedakan menjadi berbagai jenis yaitu :
a.       Puisi naratif
b.      Puisi lirik
c.       Puisi deskriptif
d.      Puisi dramatic
3.      Puisi Kontemporer
Puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir, yang penyusunannya berusaha menyimpang dari ketentuan konvensional puisi itu sendiri disebut puisi kontemporer (inkonvensional). Dalam puisi kontemporer, pemakaian kata – kata simbolik, gaya bahasa irama dan sebagainya dianggap tidak begitu penting lagi. Contoh puisi kontemporer antara lain yaitu :
a.       Puisi absurd
b.      Puisi sufi

c.       Puisi mbeling

0 comments: